welcome to my ROOOOOCK!!!
sugeng enjang ,sugeng sonten, sugeng dalu... alah ngomong apa c?hmmmmm... selamat datang di blog qu... silahkan baca-baca, sukur2 ngasi comment... cuma curahan hati... muuph sebelumna kalo ada salah-salah kata ato ada pihak yang tersinggung... saia cuma manusia biasa... yang bisa melihat, mendengar dan merasakan...
arigatou gozaimasu ne!!!!
saaT yang terBaik
Sore itu di kamarku yang berantakan, selepas aku memberi 'istriku' apa yang harus ku beri. Berdua masih terpaku di atas ranjang sambil sesekali seolah masih ingin merasakan apa yang sebelumnya terjadi.
Dia masih saja melihatku sambil membelai-belai pipiku yang basah karena keringat.
"kamu tau saiank? aku ga pernah bisa lupa saat aku tau kamu suka aku" kataku sambil mengelus pinggangnya.
"hahahaha", tawanya lepas.
Aku terdiam memandangnya sejenak.
oh hunny, kamu bener-bener... huft... entah apa yang bisa ku lakukan tanpa mu...
aku menyukainya sedari dulu. tapi sepertinya tak mungkin... karena dia masih milik orang lain... begitu pula aku. namun entah kenapa perasaan itu tiba-tiba berbalas saat aku masih punya yang lain...
di kamar hotel....
"ayah! aku mau ngomong bentar", dia, istriku sekarang yang dulu selalu memanggilku ayah, menarik tanganku keluar dari kamar hotel. sebentar ku lihat bayangan orang yang saat itu masih menjadi gfku hilang dari balik pintu.
"ada apa?", tanyaku heran. tapi tarikan tangannya terus membawaku ke ujung lorong hotel, tepatnya menuju tangga hotel.
sampai di tangga hotel dia menghentikan langkah. "turun satu tangga dunt"
aku hanya menurut tanpa menanyakan apapun padanya. "ada apa de'?" badanku berhadapan dengan badannya, yang sekarang sejajar denganku karena aku turun satu tangga di bawahnya.
dia memandangku sebentar lalu tiba-tiba memelukku erat. sangat erat. tiba-tiba saja perasaan suka itu yang lama terpendam itu menguat lagi.... menguat. dan semakin menguat, membuatku sangat nyaman. ingin seperti ini terus. tapi pelukan apa ini?
namun pikirku,"kamu udah peluk bunda juga? pelukan perpisahan buat day?".
dia tetap bisu. hanya pelukannya saja yang semakin kuat. "aku sayang ayah" tiba-tiba kata-kata itu meluncur dari mulutnya sambil masih memelukku.
namun pikirku lagi, "aku juga sayang kamu de', kenapa tiba-tiba ngomongnya gitu c? "
"aku bener-bener sayang ayah... ngerti ga c?? maaf bunda..."
entah tiba-tiba saja jantungku seperti berhenti berdegup. aku melepas pelukannya. "kamu ga serius kan de'?"
dia memelukku lagi. "aku serius... aku juga ga tau kenapa bisa begini"
aku ga tau harus senang atau sedih, namun aku bahagia cintaku selama hampir setengah tahun aku menunggunya berbalas.
kamipun melekatkan kedua bibir, menikmati suasana di tangga hotel yang begitu sepi seolah-olah tanpa takut kebahagiaan yang hening ini akan terusik.
masih saja ingat kejadian itu. dan segala yang terjadi setelah itu karena cinta yang tumbuh alami dan tanpa di duga, yang slalu membuatku terus bertahan dengannya...
'DIA', istriku, sahabatku, segalanya....

Selepas sholat maghrib...
"kamu tuh bodoh banged! sampe ga tau mana kawan mana lawan... ayolah sadar!!! kamu tau kan? banyak yang ga suka sama hubungan kita! orang yang kamu bangga-banggain selama ini ternyata apa??????" aku mendengarkan dan hanya terdiam bisu sambil ku bolak balik kertas fotokopian mata kuliahku. "mereka akan terus berusaha buat ngancurin hubungan kita dee... sekarang mereka pasti ketawa-tawa liat hubungan kita hancur kek gini... puas kamu????"
"maksudmu apa?? okey, aku manx buta... tapi ku mohon... kamu bantu aku lil... aku... aku pingin ngrubah segalanya... aku pingin perbaikin semuanya... demi ALLAH hari ini aku benar-benar belajar banyak hal..." aku masih berusaha yakin bertahan.
"tadi *** telp aku bilang met setahun kita kalo manx hari ini kita masih jadian, terus ***** juga jadi sering telp-telp aku terus. tadi dia sempet telp aku selama setengah jam. dia cerita banyak hal.... makanya aku jadi tau semua... kamu tau kan aku paling ga suka di bohongin. sekarang semua udah tau kalo kita ancur, makanya mereka sekarang berusaha buat ambil kesempatan lagi... dan sebentar lagi entah *** ato mantan-mantan kamu yang lain pasti hub kamu! aku cape dee... kamu ga pernah bisa berubah...."
aku mulai tak bisa menahan air mataku, namun sekuat hati harus ku tahan. "pliz saiank... baliklah ma aku... aku janji ini yang terakhir... aku mu perbaikin semua... semuanya saiank... bantu aku sekali lagi... aku pasti goyah tanpa kamu" entah apa yang membuatku terus kuat bertahan.
dia terdiam sejenak sampai akhirnya dia bilang "maaf, aku ga bisa....."
end call ...

Saat aku sendiri dimana semua kosong, dimana aku bisa melihat bodoh dan beruntung nya aku. ku sadari aku melihat kau menggengam cinta itu. saat aku terdiam dan terduduk dengan tangis, aku melihatnya. ku etmukan lagi saat-saat terbaik itu. dimana aku mencintai seseorang yang juga mampu mencintaiku seperti yang ku inginkan. hal ini membuatku seolah menjadi yang dulu. yang menelaah semua dengan "hati". aku tlah menjadi milik seseorang yang telah memberiku arti CINTA di hidupku. bukan hanya cinta namun segalanya. aku sadar itu. seperti halnya aku menyadari beruntungnya aku, karena Tuhan memperlakukan aku dengan kasih Nya yang tulus.
Aku sayang dia Tuhan... sangat sayang... terima kasih... Kau berikan dia untukku... Kau ijinkan dia ada di hidupku. Di saat aku goyah dengan hatiku sendiri. Di saat semua pergi dan tak memberiku kesempatan lagi. aku mencintai takdirku...

Aku lihat bintang itu lagi. Di tempat sekarang aku terdiam, merapatkan kedua kakiku dan menengadah. Seperti aku melihatmu malam itu. Ku tunjuk satu bintang dan kau menunjuk bintang bintang yang lain. Mengkalim itu bintang kita... Milikmu... Dan milikku... Namun keduanya saling berjauhan tanpa ada hasrat untuk menyatu. Lalu aku tanya pada langit, "mengapa kau tempatkan mereka berjauhan? sedangkan sebenarnya mereka sangat ingin menyatu?"
Hanya hembusan angin yang menjawabku. Terlihat kau tersenyum sambil menatap langit yang hitam namun indah. Matamu seolah berkata sama seperti yang ku katakan. Namun matamu jauh menerawang jauh seolah mengalahkan setiap kata yang membantahnya. "entahlah", katamu seraya menarik nafas panjang.
Bintang masih tetap berkilau. Merendahkan aku yang tak bisa berbuat apa-apa demi cinta yang ku pilih sendiri. Namun aku CINTA.
*hal iNdaH itu Kini di saMpingku*
Apakah pernah Tuhan salah ciptakan mahklukNya, dengan semua takdir yang satu per satu akan menyentuhnya kelak. Dan tanpa dia tau apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk hidupnya....